Saturday, July 14, 2018

KENAPAKAH CIA JATUHKAN SOEKARNO DAN NAIKKAN SUHARTO


CIA Menggulingkan Sukarno demi Emas di Papua

Untuk menguasai tambang emas di Papua yang dikeruk oleh Freeport, Amerika Serikat mendepak Belanda lalu menggulingkan Sukarno.

5 Sep 2017, 22:27
  • BAGIKAN
CIA Menggulingkan Sukarno demi Emas di Papua
 Greg Poulgrain, sejarawan University of Sunshine Coast, Brisbane, Australia, dalam acara bedah bukunya, "The Incubus of Intervention", di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jakarta, 5 September 2017. Foto: Nur Janti/Historia.
Hal itu disampaikan Greg Poulgrain, sejarawan University of Sunshine Coast, Brisbane, Australia, dalam acara bedah buku terbarunya, The Incubus of Intervention, di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jakarta, 5 September 2017.
Poulgrain mengatakan dengan perubahan mendasar dalam pengawasan operasional, Indonesia memiliki hak untuk mengaudit Freeport. “Hal ini harus diupayakan agar Indonesia bisa mengonfirmasi kekayaaan Freeport yang sebenarnya. Freeport tidak memberikan secara rinci kekayaannya ke Jakarta,” kata Poulgrain.
Tambang emas di Papua yang dikuasai Freeport ditemukan oleh geolog Belanda, Jean Jacques Dozy bersama dua temannya pada 1936. Pihak Freeport mengaku memperoleh laporan penelitian Dozy dari perpustakaan di Leiden, Belanda. Dozy membantahnya.
“Cerita bahwa Freeport menemukan laporan penelitian Dozy sebelum Perang Dunia II di perpustakaan merupakan kebohongan besar. Karena orang yang membuat Forbes Wilson (geolog pada Freeport Sulphur) tertarik dengan temuan Dozy adalah keluarga dekat Dozy,” kata Poulgrain.
Poulgrain mewawancarai Dozy setelah 20 tahun menemukan Ertsberg di Papua. Dozy mengungkapkan bahwa dia menemukan gunung emas bukan gunung tembaga. “Ertsberg merupakan tambang emas terbesar di dunia dan Grassberg yang berada di bawahnya ternyata lima kali lebih besar,” kata Poulgrain.
Penemuan itu membuat Amerika Serikat memihak Indonesia dalam sengketa Irian Barat (kini Papua) dengan Belanda. Amerika mendorong Belanda untuk melepaskan Papua. Menteri Luar Negeri Belanda Joseph Luns mengatakan Amerika memaksa Belanda keluar dari Papua setelah menolak kerja sama penambangan sumber emas dan tembaga. Akan tetapi setelah berhasil mendepak Belanda dari Papua, Amerika juga tidak berhasil masuk lantaran kebijakan ekonomi Sukarno. Oleh karena itu, Direktur CIA Allan Dulles, berusaha menggulingkan Sukarno.
Menurut Poulgrain, sejak lama Dulles mengetahui kekayaan alam di Indonesia. Ketertarikannya terhadap Indonesia dimulai pada 1928 ketika dia bekerja sebagai pengacara muda yang memenangkan kasus hukum melawan Henri Deterding dari Royal Dutch Petroleum Company yang berniat membangun industri minyak di Indonesia. “Dari sini dia memiliki akses untuk mengetahui tentang tambang di Hindia Belanda,” kata Poulgrain.
Selain itu, Dulles menganggap pemerintahan Sukarno berbahaya dan cenderung mendukung komunisme. Sebaliknya, Presiden John F. Kennedy melihat Sukarno sebagai seorang nasionalis. Kennedy memberhentikan Dulles sebagai direktur CIA pada 1961 karena CIA beroperasi di Indonesia selama enam tahun di antaranya mendukung PRRI/Permesta.
Pada 22 November 1963, Kennedy dibunuh dalam kunjungan ke Dallas, Texas. Presiden Lyndon Johnson memasukan Dulles sebagai anggota Komisi Warren yang menyelidiki kematian Kennedy. Dulles menyimpulkan pelaku pembunuhan Kennedy adalah Lee Harvey Oswald (Baca: Peti Mati Pembunuh Kennedy).
Poulgrain justru menduga Dulles kemungkinan dalang pembunuhan Kennedy. Sebab, Kennedy percaya Sukarno bukan seorang komunis dan berusaha menjadi mediator konfrontasi Indonesia-Malaysia.
“Kennedy dibunuh tahun 1963 agar tidak jadi datang ke Jakarta pada awal 1964. Bagi saya ini menarik. Karena Kennedy ingin menengahi masalah agar kedua belah pihak tidak kehilangan muka,” ujar sejarawan LIPI Asvi Warman Adam (Baca: Wisma untuk Kennedy).
Menurut Poulgrain, bila Kennedy jadi ke Jakarta dan menjalin kerjasama dengan Sukarno, rencana Dulles menjatuhkan Sukarno bisa gagal dan posisinya akan lebih kuat. “Ketika politik Indonesia memanas dan perubahan haluan menjadi pro-Barat di masa Soeharto, Freeport berhasil masuk,” kata Poulgrain.
Asvi mengeritik metode penelitian yang dilakukan Poulgrain yang mewawancarai Dozy setelah 20 tahun penemuannya atas gunung emas di Papua. “Sejarah lisan atau wawancara merupakan pelengkap kalau sumber-sumber tertulis tidak ditemukan. Sejarah lisan akan melengkapi itu supaya lebih sempurna. Sejarah lisan ini memiliki jebakan apalagi kalau dilakukan 20 atau 30 tahun sesudah peristiwa itu terjadi. Orang yang diwawancara atau pelaku sejarah itu punya kesempatan kedua untuk memperhebat dirinya atau mereduksi kesalahannya. Itu jebakan dari sejarah lisan,” kata Asvi.
Asvi memberikan contoh Poulgrain menulis bahwa kematian Sekretaris Jenderal PBB Dag Hammarskjold merupakan siasat Allan. Dag dinilai ikut campur masalah Papua karena berkeinginan untuk membantu rakyat Papua dengan merencanakan program ekonomi. Hal ini dianggap akan mengganggu rencana Allan. “Tidak mudah untuk menyimpulkan bahwa Dag terbunuh karena urusan Papua,” tegas Asvi.

Monday, January 29, 2018


Surat Dakwah Tengku Chik Di Tiro Kepada Residen Belanda

  
0
202
 views

Saturday, January 27, 2018

SIAPA PEWARIS GENTING HIGHLANDS



Tahukah anda, Siapa Pewaris Sebenar Pusat Judi Genting?

Tauke Genting Highlands, Lim Goh Tong, semasa bekerja di Cameron Highlands tertarik dengan persekitaran Cameron Highlands. Bila balik KL, dia pun mula mencari kawasan yang hampir sama
dengan Cameron Highlands tapi dekat dengan KL.

Cari punya cari…dia jumpa satu kawasan tanah tinggi di Gunung Ulu Kali yang berketinggian 1800 kaki dari paras laut.
Gunung Ulu Kali terletak di tengah² sempadan Selangor & Pahang. Nak buat apa² projek pun, bukan senang… sebab kena deal dengan dua negeri.



Tapi Lim Goh Tong bukan bodoh…sebab dia tahu orang Melayu boleh dibeli. Tak usah kata orang kampung… bapak Menteri pun boleh dibeli.

Orang pertama dibeli oleh Lim Goh Tong ialah Tan Sri Haji Mohamed Noah Omar. Tak usah lihat title Tan Sri atau pun title Haji. Itu semua tiada makna. Lim Goh Tong tubuhkan Syarikat Genting
Highlands Berhad & melantik Haji Mohamed Noah sebagai Pengarah.

Lim Goh Tong berpakat dengan Mohamed Noah untuk memohon tanah seluas 12,000 ekar yang terletak dalam negeri Pahang & 2,800 ekar dari negeri Selangor. Sudah semestinya, perkara nak minta tanah ni.. Haji Mohamad Noah yang buat.

Kerajaan negeri Pahang meluluskan permohonan Genting Highlands Berhad serta merta. Tapi Datuk Harun Idris yang jadi Menteri Besar Selangor masa
tu tak setuju nak bagi macam tu saja. Beliau berikan hak milik 99 tahun kepada Genting Highlands Berhad.



Goh Tong tak setuju dengan pajakan 99 tahun, sebaliknya dia mahukan hakmilik kekal. Datuk Harun tak setuju, sebaliknya dia hanya mahu beri pajakan 99 tahun.
Akhirnya, Datuk Mohamed Noah berjumpa dengan Tun Razak yang masa tu menjadi Timbalan Perdana Menteri supaya mendesak Datuk Harun suruh beri juga pd Lim Goh Tong.

Datuk Harun terpaksa bersetuju dengan Tun Razak supaya berikan tanah seluas 2,800 ekar yang dimiliki oleh Kerajaan Selangor kepada Lim Goh Tong. Apa tujuan untuk bangunkan Genting
Highlands..yang tu aku tak perlu cerita. Kalau yang tu pun kalian tak tau..memang bodoh lah.



Tun Razak pun aku tak payah cerita.. sebab kalau tak tahu dia tu bapa kepada Najib… tak tau nak kata lah.

Cuma.. berapa ramai yang tau siapa Tan Sri Haji Mohamed Noah yang menjadi kuda tunggangan Lim Goh Tong?

Tan Sri Haji Mohamed Noah adalah bapa mertua kepada Tun Razak. Datuk Najib jugak!! Anak Haji Mohamed Noah ialah Rahah (mak Najib) & Suhaila (emak Hishamuddin). Datuk kepada Najib dan Hishamuddin adalah kuda tunggangan Lim Goh Tong untuk mendapatkan
14,800 ekar tanah rizab Melayu untuk dijadikan pusat perjudian terkemuka di dunia.

Pak Mentua dengan menantu bersepakat menggunakan kedudukan mereka untuk mendapatkan persetujuan dua² kerajaan negeri. Tun Razak dari Pahang.. jadi tak susah nak bodek Sultan Pahang.

Manakala di Selangor, Tun Razak menggunakan kedudukannya sebagai Timbalan Perdana Menteri untuk memaksa Datuk Harun Idris serahkan tanah milik kerajaan Selangor kepada Pak Mentua dia.

Cara meluluskan Genting Highland pun semua kelam kabut. Siapa yang menentang semua kena steamroll.
Genting Highlands Berhad ditubuhkan pada 27 April 1965. Kerja² membuat jalan dari Genting Sempah ke puncak gunung Ulu Kali bermula pada 18 Ogos 1965.

Dalam masa empat bulan, semua proses permohonan tanah selesai. Masa tu kalau
rakyat biasa nak tukar nama dalam geran pun mengambil masa dua tahun.
Najib Razak pewaris Genting.

Sejarah selebihnya..yang tu kalian cari sendiri lah. Genting Highlands melalui beberapa proses pertukaran nama, percantuman, pertukaran pemegang saham.. akhirnya dimiliki sepenuhnya
oleh Lim Goh Tong.

Kini…ada la dua tiga kerat Melayu yang jadi Pengarah non-eksekutif menguruskan pusat judi.

Tapi jangan risau…banyak lagi tanah² di Malaysia ni yang belum tergadai. Semua orang mempunyai pilihan… sama ada nak terus pilih generasi Tan Sri Mohamed Noah untuk menggadaikan tanah Melayu.. atau campak saja ke laut.

Profil:
Tan Sri Dato’ Haji Mohammad Noah bin Omar / Maimun bin Haji Abdul Manaf.
-Anaknya:
-Rahah
-Suhaila
-Fakhriah
-Abu Rais
-Tun Rahah Mohammad Noah adalah isteri kepada Perdana Menteri Malaysia kedua Tun Abdul Razak.
Hussein Onn (1971-1976).
-Toh Puan Suhaila menjadi isteri kepada Perdana Menteri Malaysia ke-3 , Tun Hussein Onn. (1976-1981).

Cucunya kini Mohd Najib bin Abdul Razak menjadi Perdana Menteri Malaysia ke-6 .
Seorang lagi cucunya ialah Datuk Seri
Hishamuddin Tun Hussein yang kini menjadi Menteri Dalam Negeri dalam kabinet Najib.

Umno & Genting Berhad.
Bekas Spekaer Dewan Rakyat, bekas Pengerusi Genting Bhd serta datuk kepada Datuk Seri Najib Razak & Datuk Seri Hishammuddin Hussein, Tan
Sri Noah Omar memiliki 602,318,000 saham dalam Resort World Berhad.
Yayasan Noah memegang saham sebanyak 3,334,600 dalam Genting Berhad. Yayasan Noah kini diwarisi oleh Najib & Hishammuddin.

Bekas Ketua Polis Negara, Tun Hanif Omar, bekas Timbalan Ketua Polis Negara, Tan Sri Amin Othman & bekas Pegawai Bank, Dato’ Paduka Nik Hashim Yusof menjadi Pengarah Genting Berhad.
Salahsilah PM Melayu Islam Malaysia.
Buku ‘The Three Swan’ ada menceritakan
perjalanan hidup keluarga ini. Buku ini diterbitkan oleh MPH Group (M) Sdn. Bhd. setebal 320 ms, ditulis oleh anak kedua Fakhriah, Datuk Dr. Fawzia Abdullah.

Jangan salahkan pencuri.. sebab kerja pencuri ialah mencuri. Salahkan diri sendiri sebab terus membenarkan pencuri bermaharajalela.

Pemandangan bercahaya di atas Bukit Genting tempat perjudiaan terbesar di Asia Tenggara & pemilik terbesarnya ialah keluarga Melayu mengaku Islam & pejuang Sunni...

Rujukan:::: https://ms.m.wikipedia.org/wiki/Mohamed_Noah_Omar

Tuesday, December 5, 2017

Ikhtiar Mengubati Kanker/ Kanser Dengan Menggunakan Ayat ayat Al Quran




Surah Ini Mampu Membantu Musnahkan Sel Barah Kanser..Sebarkan!


SURAH INI MAMPU MEMBANTU MUSNAHKAN SEL BARAH KANSER..SEBARKAN!
Lapan surah ini jika diamalkan secara berterusan insyaallah mampu memusnahkan kanser barah. Jika tidak mampu membacanya sendiri, boleh sesiapa sahaja untuk membacakannya.
Sebelum memulakan baca ini dulu :
Istigfar 10 kali
Salawat Nabi 10 kali
Al Fatihah 1 kali
Kemudian sediakan air di dalam botol, setiap kali surah dibaca, tiupkan kepada air. pesakit dinasihat minum air setiap hari atau sapu atau mandi pada anggota yang terkena barah.Antara surah-surah tersebut :Surah Al Maidah Ayat 82-91Surah Al Araf Ayat 70-81Surah Ar Ra’d Ayat 16-28Surah Al Anbiyaa’ Ayat 38-50Surah Asy Syu’ara Ayat 185-227Surah Az Zummar Ayat 42-52Surah Ghafir Ayat 67-77Surah Az Zukhruf Ayat 52-70Moga-moga dengan mengamalkan surah-surah ini mampu membantu menyembuhkan penyakit di atas KekuasaanNYA. Insyaallah.

Thursday, June 15, 2017

FAKTA SEJARAH BILA ISLAM SAMPAI KE NUSANTARA !

btn_close
Daftar Artikel Terbaru
sriwijaya

"Dari raja sekalian para raja yang juga adalah keturunan ribuan raja, yang isterinya pun adalah cucu dari ribuan raja, yang kebun binatangnya dipenuhi ribuan gajah, yang wilayah kekuasaannya terdiri dari dua sungai yang mengairi tanaman lidah buaya, rempah wangi, pala, dan jeruk nipis, yang aroma harumnya menyebar hingga 12 mil.

Kepada Raja Islam yang tidak menyembah tuhan-tuhan lain selain Allah.

Aku telah mengirimkan kepadamu bingkisan yang tak seberapa sebagai tanda persahabatan. Kuharap engkau sudi mengutus seseorang untuk menjelaskan ajaran Islam dan segala hukum-hukumnya."

***

Ini adalah surat dari Maharaja Sriwijaya Sri Indrawarman kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz (718-720 M) yang baru raja diangkat menggantikan Khalifah Sulaiman (715-717 M) pada era Kekhalifahan Bani Umayyah di abad ke-7 M.

Khalifah Sulaiman merupakan khalifah yang memerintahkan Thariq bin Ziyad membebaskan Spanyol. Pada masa kekuasaannya yg hanya selama dua tahun, Khalifah Sulaiman telah memberangkatkan satu armada persahabatan berkekuatan 35 kapal perang dari Teluk Persia menuju pelabuhan Muara Sabak (Jambi) yang saat itu merupakan pelabuhan besar di dalam lingkungan Kerajaan Sriwijaya. Armada tersebut transit di Gujarat dan juga di Peureulak (Aceh), sebelum akhirnya memasuki pusat Kerajaan Sriwijaya.

Sunday, September 20, 2015

WASIAT DATUK ONN BUAT BANGSA MELAYU 70 TAHUN DULU


WASIAT DATUK ONN KEPADA PARA PEMIMPIN UMNO DULU,  KINI DAN SELAMANNYA .JUGA KEPADA SESIAPA YANG BERJUANG ATAS NAMA MELAYU !

ADA ORANG YANG RUPA MELAYU, BERKULIT MELAYU DAN SEGALANYA MELAYU TETAPI DUKACITA HATINYA BUKAN MELAYU 

Thursday, January 30, 2014

MALAYSIA TERANCANG PADA 1937- DILAKSANAKAN UTK MENGGAGALKAN MELAYU RAYA

Malaysia Telah Wujud Pada September 1937

Benarkah 'kenyataan' ini?

Projek penjajahan bentuk baru iaitu melalui empayar baru matawang dolar dan tentera Amerika Syarikat (A.S). Projek yang kononnya bertitik tolak dari hasrat murni A.S untuk membebaskan tanah jajahan Inggeris, tetapi dengan niat jahat melalui penjajahan dalam bentuk baru.

Semuanya telah dirancang rapi bagi memperlihatkan bahawa semua kejadian berlaku dengan sendirinya. Malaysia juga tidak terlepas dari percaturan yang sudah sekian lama terancang. Sungguh memalukan jika kita membaca kembali buku-buku sejarah Malaysia yang 100% berpaksikan kepentingan segelintir manusia. Malaysia adalah projek kolonial yang sekian lama dirancang. Ini semua benar, seperti buku yang diterbitkan pada September 1937 (gambar di bawah).

Projek kolonial A.S ini sangat rapi. Ramai yang menggelar projek kolonial ini sebagai teori domino, iaitu setelah Vietnam menjadi negara komunis, maka satu demi satu negara-negara di Asia Tenggara ini akan menjadi negara komunis. Teori ini ditulis Pak Said Zahari, yang dipenjara di bawah akta ISA oleh Lee Kuan Yew selama 17 tahun tanpa bicara, dalam buku memoirnya “Meniti Lautan Gelora.”

Pak Said Zahari

Antara sasaran projek kolonial A.S ini adalah menubuhkan negara Malaysia dengan melucutkan gagasan Nusantara Melayu Raya, menggulingkan presiden Sukarno dan menghapuskan kekuatan rakyat Indonesia yang anti penjajahan. Hari ini kita dapat melihat fakta-fakta ini secara terperinci dalam terbitan dokumen-dokumen rahsia CIA seperti ini (sila klik Foreign Relations, 1964-1968, Indonesia; Malaysia-Singapore; Philippines. Editor: Edward C. Keefer General Editor: David S. Patterson, United States Government Printing Office, Washington, 2001.)

Bermula dengan cadangan penubuhan Malaysia, kemudian konfrontasi Malaysia-Indonesia, perjuangan rakyat Kalimantan Utara, serangan Indonesia ke Malaysia yang dipercayai disabotaj oleh Jeneral Suharto, apabila tempat mendarat payung terjun tentera Indonesia telah dikenal pasti telah bocor rahsianya atau mungkin disebabkan kecekapan risikan tentera Malaysia. Seiring dengan kegagalan operasi ketenteraan Sukarno ke atas Malaysia, rentetan satu demi satu peristiwa yang akhirnya membawa kepada peristiwa rampasan kuasa oleh Jeneral Suharto, yang didukung CIA, diikuti dengan pembunuhan hampir satu juta rakyat Indonesia pada tahun 1965-1966 atas alasan memerangi komunisme. Sebaliknya rejim Suharto terbukti tidak lebih sebagai rejim boneka A.S.

Nama Malaysia telah wujud dalam gagasan kuasa penjajahan Barat sejak dicatatkan di dalam peta Sepanyol kurun ke 16. Lebih kukuh lagi, Malaysia sebagai gagasan asing kuasa imperialis A.S, dicatat pada judul buku Malaysia: a study in Direct and Indirect Rules, tulisan profesor Universiti Havard merangkap penasihat luar A.S, Rupert Emerson yang jelas mengkritik pentadbiran kolonial Inggeris dalam suatu gagasan geografi yang bernama Malaysia, peta dan sempadan kekuasaan negara. 

Malaysia: a study in Direct and Indirect Rules

Buku itu diterbitkan Macmillan New York pada tahun 1937, iaitu tahun orang-orang di sini sedang marak semangatnya dengan cita-cita dan hasrat Melayu Raya Nusantara, juga tahun orang-orang di sini belum lagi memahami atau ambil peduli apakah makna dan perkataan 'Malaysia'. Tahun tersebut juga merupakan tahun kesetiaan rakyat Tanah Melayu pada negeri dan raja-rajanya, tahun inggeris masih lagi menjajah ke atas wilayah dengan nama Negeri-Negeri Melayu Bersekutu, Negeri-Negeri Melayu Tidak Bersekutu, Negeri-Negeri Selat, Borneo Sabah, Sarawak dan Brunei.

Gagasan A.S tentang Malaysia sepertimana yang dihasratkan Rupert Emerson menjadi kenyataan pada tahun 16 September 1963 bilamana Singapura, Tanah Melayu, Sabah dan Sarawak bersama-sama menubuhkan Malaysia. Brunei pada saat akhir menarik diri daripada menyertai Malaysia dan kekal dibawah naungan jajahan Inggeris sehingga ke tahun 1984. Manakala Singapura pula menyertai Malaysia sehingga tahun 1965 dan berpecah selepas itu.

Batu peringatan penubuhan Malaysia

Pendokong gagasan Nusantara Melayu Raya seperti Lim Chin Siong dan Said Zahari yang menentang penubuhan Malaysia sebagai projek kolonial A.S, juga beranggapan Singapura sememangnya sudah menjadi sebahagian dari Tanah Melayu, tidak timbul persoalan tentang Singapura akan bersatu dengan Tanah Melayu untuk menubuhkan Malaysia. Kita tidak akan semudahnya melupakan derita suatu pengorbanan cita-cita masa lalu yang gagal. Perlembagaan rakyat dan gabungan Putera AMCJA, perang anti British, darurat, kemerdekaan, Barisan Sosialis dan penangkapan ISA terhadap hampir kesemua wakil rakyat Parti Rakyat dan Parti Buruh, Adun, Ahli Parlimen, Ahli Pihak Berkuasa Tempatan, juga pemimpin bahagian dan cawangan, pengharaman pilihanraya majlis tempatan atas kemenangan hampir seluruh kerusi kepada Barisan Sosialis. Presiden Pas, Dr Burhanudin Al-Helmy juga turut merengkok di dalam ISA atas tuduhan kononnya menentang penubuhan Malaysia.

Jadi bukan Tunku Abdul Rahman lah yang mencipta nama Malaysia. Jika begitu tertipulah kita. Dan sudah tentunya juga mereka inilah yang telah mencatur dan mengatur siapa yang patut memerintah dan generasi yang bagaimana patut dilahirkan oleh negara Malaysia itu kelak. Apa pula cerita Bangsa Malaysia?

Tunku Abdul Rahman Mengumumkan pada media tentang keberangkatannya ke London untuk memeterai penubuhan Malaysia.

Realitinya, Dato’ Onn sudah dapat mengesan perancangan ‘mereka’ itu sedari awal lagi, malangnya orang UMNO telah dibutakan oleh dakyah barua British dan agen-agennya sehingga ke hari ini. Akhirnya Dato Onn pula yang dihina dan dituduh talibarut British.

Oleh itu mari kita sama-sama fikir kembali maksud daripada petikan ucapan terakhir beliau sebagai Yang DiPertua UMNO pada 26 Ogos 1951:

Oleh kerana saya mempunyai beberapa peluang dapat melihat sesuatu gerak langkah, sesuatu perbuatan atau cadangan yang hendak dijalankan di Tanah Melayu ini, langkah-langkah dan perbuatan yang mendatangkan kebimbangan kepada diri saya sendiri. Saya dapat peluang itu oleh kerana dapat melihat tempat-tempat yang tidak dapat dimasuki kebanyakkan orang. Melihat gerak langkah dan cadangan-cadangan yang hendak didatangkannya ke atas Tanah Melayu ini. Malang mulut saya tertutup, malang saya berkata mulut saya ini tertutup tidak dapat menzahirkan kepada umat Melayu Semenanjung ini apa yang diketahui oleh saya dalam masa menyempurnakan pekerjaan dan tanggungan saya itu…“(Mohamed Abid, 2003, p191-192)

Apa Maksudnya?

Ini Realitinya:

Sedikit mengenai 'agenda' mereka untuk semua orang Malaysia yang membaca artikel ini:

1. 'De-Islaming the Islamic belief' melalui perkara-perkara mistik (menerapkan kepercayaan mistik seperti Hikayat HangTuah, Hikayat Melayu yang dikawal oleh Orientalist)

2. Merosakkan ‘Kitab Suci’ tanpa membakar tetapi melalui penyebaran teori evolusi (idea Darwin. Penyakit ini melahirkan golongan Atheist)

3. Mereka (tidak kira apa bangsa keturunan sekalipun) yang menyerahkan  segala jiwa dan raganya malah kepercayaan agamanya kepada ‘MASTER‘ untuk melakukan perkara di atas akan diberikan kekuasaan dan kekayaan.

Pecah, kuasai dan musnahkan kepercayaan tauhid dan agama merupakan agenda mereka sejak bermulanya tamadun. Mereka tersorok di dalam pertubuhan rahsia dengan ahlinya yang tidak ramai tetapi pengaruhnya cukup kuat dan cukup berpengaruh. Mereka datang dengan menguasai politik yang dulunya berkhidmat untuk British empire. Sekarang pula mungkin dibawah naungan Amirika sekutu kuat England.

Walaupun pada dasarnya mereka nampak bercakaran tapi secara sulitnya mereka ada agenda yang sama. Mengkucar-kacirkan masyarakat sehingga keadaan menjadi keliru tidak keruan. Apabila masyarakat mula bosan dan beralih kepada hidangan ringan seperti hiburan maka disitulah jarum dan racun dakyah mereka dijalankan. Masyarakat yang hidup tanpa arah tujuan sebenarnya telah menjadi korban satu sistem yang di rekacipta untuk melaksanakan agenda jahat mereka.

Jika tidak percaya, apakah dua berita yang paling menyemak dan mendapat tempat paling utama di Malaya hari ini? Politik dan hiburan adalah jawapannya. Adakah mereka betul-betul pedulikan kamu? Tidak sama sekali. Apakah elemen utama dalam perancangan mereka? Lalai dan melalaikan. Dan akibatnya:

End result Spiritual Blindness.

Wednesday, January 29, 2014

RESIDEN DAN PARA PEGAWAI BRITISH YANG MEMERINTAH MALAYA


JWW BIRCH                                          ANDREW CLARK                           FRANK SWTTENHAM

              HUGH LOW                                HUGH CLIFFORD

20010046858g1

From left: Tuanku Muhammad Shah ibni Almarhum Tuanku Antah (Yang Di-Pertuan Besar of Negri Sembilan), Sultan Alaeddin Sulaiman Shah ibni Almarhum Raja Muda Musa (Sultan of Selangor), Sir Cecil Clementi (Governor of the Straits Settlements), Sultan Iskandar Shah ibni Almarhum Sultan Idris Shah (Sultan of Perak) and Sultan Abu Bakar Riayatuddin al-Mu'azzam Shah ibni Almarhum Sultan Abdullah 
              HAROLD MACMICHAEL                                 EDWARD GENT 

                                             

            
    GERALD TEMPLAR                                                                                              GENERAL BRIGGS
              HENRY GURNEY